Alissa Wahid Tegaskan Tak Ada Bendera Tauhid, yang Dibakar Itu Bendera HTI

Alissa Wahid Tegaskan Tak Ada Bendera Tauhid, yang Dibakar Itu Bendera HTI

Tribunsantri.com - Putri mantan presiden RI  Alissa Wahid angkat bicara ihwal pembakaran bendera di Garut Jabar oleh Banser NU saat Hari Santri Nasional awal pekan lalu.

Baca juga : Dihadapan Ulama, Kapolda Banten Bersumpah : Wallahi (Demi Allah) yang Dibakar di Garut Bandera HTI

 Pegiat komunitas Gusdurian itu menegaskan bendera yang disita serta dibakar Banser lalu adalah bendera simbol Hizbut Tahrir Indonesia. Alissa mengatakan, tidak ada bendera tauhid seperti yang diklaim sejumlah pihak.

“Yang dibakar itu bendera HTI, tidak ada bendera tauhid,’’ kata Alissa Wahid seusai mengikuti the 2nd Global Unity Forum yang diselenggarakan oleh GP Ansor di Hotel Marriot, Yogyakarta, Jum’at (26/10/2018).

Baca juga : Biar Netral, PBNU Tawarkan Saksi Ahli Dari Timur Tengah yang Mengalami Sendiri Negaranya Hancur Gara-gara Simbol HTI

Ia menepis klaim HTI yang mengakui tidak pernah memunyai bendera. 

“Sekarang lihat fotonya saja di kantor HTI, lihat saja,’’ ujarnya. Alissa berharap pembakaran bendera oleh Banser NU tidak diseret ke persoalan politik menjelang Pilpres 2019. 

“Kita perlu mengembalikan islam yang ramah, bukan islam yang marah. Serahkan saja pada polisi, biar penyidikan berlangsung, sehingga mendapat gambaran kasus secara komprehensif,’’ ujarnya.

Baca juga : TGB: Sudah Saya Cek di Berbagai Kitab Hadits, Bendera Rasulullah Tidak Pernah Dikibarkan di Situasi Damai

 Dalam forum itu Alissa mengungkap perwujudan warisan pemikiran kyai-kyai Nahdlathul Ulama (NU) di masa lampau dalam menegakkan Islam. Paslanya, saat ini masih saja ada kelompok di Indonesia yang hanya berusaha menegakkan Islam dengan melupakan tiga ukhuwah dilakukan bersamaan bahkan berniat mengganti konsensus negara. 

“KH Ahmad Shiddiq dengan jelas mengatakan bahwa siapa saja yang ingin menegakkan Islam harus menegakkan tiga ukhuwah dengan bersamaan tidak bisa dipilih salah satu saja yakni Ukhuwah Islamiyah, Wathaniyah dan Basyariah. Ansor sebagai gerakan muda berusaha mengingatkan hal tersebut agar masyarakat kita benar-benar meresapi tiga ukhuwah yang harus dijalankan bersama. Agenda ini dengan tegas Menolak Islam dijadikan senjata politik baik oleh kelompok Islam maupun non Islam, secara global,” ungkap Alissa. [Kumparan]

Bagikan: