Aktivis Muda NU Endus Upaya Mengoyak Kembali Indonesia Melalui Narasi Bela Tauhid

Aktivis Muda NU Endus Upaya Mengoyak Kembali Indonesia Melalui Narasi Bela Tauhid

Tribunsantri.com - Maraknya aksi yang mengatasnamakan Bela Tauhid diendus Aktivis Muda NU Tasikmalaya, Andi Ibnu Hadi sebagai upaya tersistematis untuk kembali mengoyak keutuhan Indonesia.

Strategi yang mereka lakukan dengan menggunakan lima langkah dengan memanfaatkan peristiwa pembakaran Bendera HTI di Garut yang dipolitisir kepada Kalimah Tauhid.

Baca jugaHukum Membakar Kalimat Tauhid Menurut Wakil Pengasuh Ponpes Sukorejo Situbondo KH Afifuddin Muhajir (Pakar Fiqh dan Ushul Fiqh)

Langkah pertama, kata Andi, Provokasi NU dengan pengibaran bendera HTI yang memuat kalimat syahadat di Hari Santri. 

Langkah kedua, Banser NU marah dan terpancing untuk bakar bendera.

Langkah ketiga membangun narasi Banser NU bakar bendera Tauhid.

Langkah keempat membuat Aksi Bela Tauhid dengan narasinya bahwa Islam diancam; Jokowi bersama NU menghancurkan Islam. 

Kemudian langkah kelima timbul perang antar kelompok Islam.

“Nah langkah mereka ini yang sedang dimainkan. Dan separuhnya sudah berhasil,” kata Andi, Kamis, 25 Oktober 2018.

Baca juga : Soal Pembakaran Bendera HTI, TGB : Menggunakan Kalimat Tauhid untuk Tujuan Kekuasaan Adalah Perilaku Tercela

Menurut Andi, narasi-narasi yang mereka ciptakan ujung-ujungnya kekuasaan. Bagaimana Jokowi jatuh dalam Pilpres 2018. Kemudian kenapa NU yang jadi sasaran, tuturnya, karena NU punya Kiai Makruf yang mendampingi Jokowi sebagai legitimasi perwakilan NU.

“Jadi kisah yang dimainkan mirip-mirip bagaimana mengalahkan Ahok,” ucapnya.

Meski demikian, publik jangan khawatir karena sepiawai strategi apapun tak akan ada yang sempurna karena NU dan Indonesia sudah menyatu membumi di Nusantara ini.

“Lalu apa langkah kita ?. Ya tak ada kata lain Lawan karena dengan perlawanan satu-satunya jalan. Bersama kekuatan TNI Polri bersama NU, Insya Alloh Indonesia tetap utuh,”kata Andi seraya menegaskan bahwa isu mendompleng agama sekalipun telah dibuktikan sejarah bahwa yang kalah si pendompleng agama tersebut. (Mediadesa)

Bagikan: