Relawan KMA Sebut Kiai Ma'ruf Amin Cawapres 'Limited Edition'

Relawan KMA Sebut Kiai Ma'ruf Amin Cawapres 'Limited Edition'

Tribunsantri.com - Dipilihnya Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres mendampingi Joko Widodo (Jokowi) disambut gembira oleh kaum nahdliyyin.

Bahkan ketua Koordinator Nasional Rumah Kiai Ma'ruf Amin Ahmad Bagja menilai ketum MUI nonaktif itu merupakan putra terbaik NU yang kualitasnya super dan juga langka di perhelatan Pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Baca juga : Ini Tanggapan Kiai Ma'ruf Amin Atas Penghinaan yang dilontarkan Yahya Waloni

"Beliau tidak cuma super, tapi limited edition, dan oleh NU dilepas demi kepentingan bangsa, nasional, dan ukhuwah Islam," kata Bagja, saat memberikan sambutan deklarasi Rumah KMA, di kawasan Saharjo, Jakarta, Ahad (16/09/2018). 

Menurut Bagja, penunjukan Kiai Ma'ruf sebagai pendamping Jokowi menjadi momentum bagi NU untuk lebih kuat lagi dan bisa berkontribusi dengan lebih luas untuk perubahan Indonesia menjadi lebih baik.

Pada Pilpres 2004 kader NU yakni KH Hasyim Muzadi (Alm) dan KH Salahuddin Wahid ikut menjadi peserta tapi kalah. Kekalahan kedua kader NU tersebut, menurut Bagja, disebabkan karena suara NU pecah.

"Kenapa bisa ada dua kader NU maju? Ini yang kemudian dianggap memecah NU," katanya. 

Sedangkan pada Pilpres kali ini Kiai Ma'ruf tidak mempunyai saingan sebab hanya beliau kader NU yang maju dalam pilpres 2019. 

Terkait adanya orang NU yang tidak setuju Kiai Ma'ruf maju pilpres, Bagja tak mempermasalahkan karena jumlahnya hanya segelintir.

"Sekarang Kiai Ma'ruf NU tulen, tidak ada saingannya. Kelak [kader NU] tidak cuma jadi wapres, tapi juga bisa dan siap jadi presiden," ucapnya. 

Bagja pun menilai bahwa pasangan Jokowi-Kiai Ma'ruf menjadi simbol hubungan baik antara ulama dan umaro.

"Terlihat dalam penampilan kedua beliau ini, bahwa beliau adalah perwujudan hubungan baik antara ulama dan umaro," tutupnya. [cnn/tribunsantri]

Bagikan: