Polisi Bidik Ustazd Evie Effendi Jadi Tersangka Kasus Pernyataan 'Nabi Muhammad Sesat'

Polisi Bidik Ustazd Evie Effendi Jadi Tersangka Kasus Pernyataan 'Nabi Muhammad Sesat'

Tribunsantri.com - Pada 11 Agustus yang lalu Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) melaporkan Evie Effendi ke Polda Jawa Barat karena mengatakan nabi Muhammad SAW pernah sesat. 

Pernyataan ustadz gaul tersebut didasarkan pada tafsir serampangan pada Quran surat Ad Duha ayat ke-7. 

Dalam video yang viral di media sosial, Evie mengatakan semua manusia pernah tersesat termasuk Nabi Muhammad SAW. 

Baca juga : Evie Effendie Ingin Damai Dengan IPNU, Ini Respon PWNU Jabar

Pernyataan tersebut dikatakan Evie untuk menyinggung kelompok yang memperingati maulid nabi. Menurutnya, orang yang memperingati maulid nabi adalah orang yang merayakan kesesatan Nabi Muhammad.

Kini, kasus tersebut terus berlanjut dan besar kemungkinan Evie akan ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dikatakan oleh Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko pada Selasa (4/9/2018).

"Hasil gelar sementara memang memungkinkan (jadi tersangka), namun sejauh ini belum ditetapkan," kata Wisnu.

Kemungkinan menjadikan Evie sebagai tersangka didasarkan pada hasil penyidikan yang telah dilakukan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar. 

Menurut Wisnu, berdasarkan alat bukti yang ada, Evie bisa dijadikan tersangka, walaupun hingga kini Wisnu enggan menyebut alat bukti yang dimaksudnya.

"Memang memungkinkan, berdasarkan alat bukti yang ada," ujar Wisnu.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Direktur Rserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Samudi. Namun pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Bisa memungkinkan, tergantung hasil penyelidikan. (Untuk penetapan) masih akan digelarkan," kata Samudi via pesan singkat.

Menanggapi kemungkinan Evie ditetapkan sebagai tersangka, pengacara Evie, Fadli enggan berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu hasil resmi dari polda Jabar.

"Kita belum bisa pastikan. Kita masih menunggu proses di Polda (Jabar) seperti apa. Pada dasarnya, kita sedang berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik," kata Fadil saat dihubungi. [Detikcom/tribunsantri]

Bagikan: