PGI Bantah Pernyataan Seorang Muallaf Bernama Steven yang Menyebut Banser Dibayar 50 Juta Untuk Menjaga Satu Gereja

PGI Bantah Pernyataan Seorang Muallaf Bernama Steven yang Menyebut Banser Dibayar 50 Juta Untuk Menjaga Satu Gereja

Tribunsantri.com - Pernyataan seorang muallaf Steven Indra Wibowo yang menyebut Banser dibayar 50 juta untuk menjaga satu gereja saat perayaan natal dibantah oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

Dalam video yang beredar di media sosial, Steven mengaku sebagai anak seorang tokoh yang berdinas di PGI. Ia mengatakan, PGI menyediakan dana miliaran rupiah untuk menjaga keamanan gereja. Bahkan Banser mendapat jatah 50 juta untuk menjaga satu gereja.

Pihak PGI pun gerah dengan ocehan Steven. PGI membantah fitnah yang dilontarkan Steven melalui surat.

“Belakangan ini sedang beredar video di media sosial tentang pernyataan seseorang yang mengaku sebagai anak
dari salah satu Ketua PGI. Dia menyebutkan bahwa Ketua PGI menginformasikan, gereja membayar sebesar Rp50.000.000 kepada kelompok muslim tertentu untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru persatuan gereja,” tulis keterangan resmi PGI Senin (3/9/2018).

Dalam surat tersebut PGI juga menegaskan bahwa Steven yang mengaku sebagai anak pengurus PGI, tidak dikenal di lingkungan PGI.

“Terhadap hal ini Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan kami, orang yang mengaku sebagai anak dari Ketua PGI tersebut tidak dikenal dalam lingkungan PGI,” tegas pihak PGI.

Tidak hanya itu, PGI juga membantah adanya gelontoran dana yang disediakan PGI untuk biaya pengamanan.

“Dalam rangka pengamanan Natal dan perayaan-perayaan gerejani lainnya, PGI tidak pernah menyediakan dan mengeluarkan dana untuk biaya pengamanan. Bagi PGI, pengamanan perayaan hari-hari besar adalah tugas dan tanggung-jawab Kepolisian dan aparat negara lainnya” ujar keterangan resmi PGI.

Dalam keterangannya, PGI mengapresiasi apa yang dilakukan GP Ansor ikut menjaga gereja bersama-sama dengan pihak kepolisian. Hal ini menurut PGI, sebagai wujud kebersamaan.

“PGI sangat menghargai inisiatif dan prakarsa yang timbul di masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengamanan perayaan hari-hari besar sebagai wujud kehidupan bersama dalam masyarakat yang majemuk, sebagaimana selama ini ditunjukkan oleh Banser NU, GP Ansor dan lainnya,” jelas PGI.

“Prakarsa dan kerjasama bagus seperti ini hendaknya tidak dirusak oleh isu yang tidak bertanggungjawab yang dapat menegasikan semangat gotong royong dan kesukarelawanan yang sudah lama tumbuh di masyarakat,” lanjut PGI.

Poin terakhir yang disampaikan PGI adalah harapan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh video yang berisi ocehan Steven.

“PGI meminta gereja-gereja dan masyarakat untuk tidak terpancing atas beredarnya video tersebut dan tetap menjaga kerukunan antar umat beragama, seraya terus membangun kerjasama lintas suku, ras dan agama,” pungkas PGI. 

PGI Bantah Pernyataan Seorang Muallaf Bernama Steven yang Menyebut Banser Dibayar 50 Juta Untuk Menjaga Satu Gereja

[Tribunsantri]

Bagikan: