Pencetus Kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq' yang Dipakai Warga Nahdliyyin Saat Mengakhiri Pidato

Pencetus Kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq' yang Dipakai Warga Nahdliyyin Saat Mengakhiri Pidato

Tribunsantri.com - Hampir mayoritas warga nahdliyyin selalu menutup ceramah-ceramah dan diskusi maupun acara-acara resmi lainnya dengan kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq', kemudian diakhiri kalimat 'Wassalamualaikum Wr Wb'.

Menurut salah satu anggota Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur Ust Ma'ruf Khozin mengatakan bahwa kalimat  'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq' mengandung filosofi yang dalam. Filosofinya adalah menegaskan bahwa jam'iyyah Nahdlatul Ulama merupakan sebuah organisasi yang lurus serta mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, sesuai dengan arti kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq' yakni 'Allah adalah dzat yang memberi petunjuk ke jalan yang selurus-lurusnya.

Baca juga : Mengapa Kita Harus Mencintai NU?, Ini Jawaban Sayyid Seif Alwi Ba'alawi

"Hari ini dimulai dari kiai kita, politikus kita, kemudian juga hampir semua segmen di lingkungan Nahdlatul Ulama itu menutup kalimat sesi akhirnya dengan 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq'. Intinya yang terdapat dalam kalimat ini adalah sebuah doa. Sebelum menutup dengan salam diiringi dengan doa yang lain. Jadi, akhirnya yang populer di kalangan kita, yang paling enak, bahkan dijadikan tolak ukur orang itu NU atau tidak itu kalau mengucapkan kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq' yang artinya 'Allah lah yang akan menuntun kita, yang memberi pertolongan kita menuju ke jalan yang paling lurus, ke jalan yang paling tepat". Kata Ust Makruf Khozin.

Lebih lanjut alumni pondok pesantren Al-Falah Ploso Kediri Jawa Timur ini mengungkapkan bahwa kalimat yang dicetuskan oleh KH Abd Hamid dari Kendal ini juga digunakan oleh sebagian orang Muhammdiyah, bahkan seorang bupati di sebuah daerah pernah belajar berhari-hari kalimat 'Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq', hanya untuk memperjelas identitas dirinya sebagai warga nahdliyyin.

"Jadi, yang konon membuat kreasi ini dan sudah banyak diketahui oleh lingkungan kiai kita Kiai Ahmad Abd Hamid dari Kendal Jawa Tengah. Beliau itu awalnya membuat 'Billahit Taufiq wal Hidayah' (Artinya) 'hanya dengan kita akan memperoleh pertolongan dan mendapatkan hidayah', lalu kalimat itu menjadi umum, menjadi luas, bahkan saudara kita dari kalangan Muhammadiyah  ada yang memakai ini, bahkan saya pernah di Kalimantan, ada seorang Bupati, ketika mengahdiri haul seorang kiai,dia secara bahasa Melayu kesulitan dalam mengucapkan bahasa Arab, tapi demi saat pidato, dia rela berhari-hari belajar ''Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamit Thariq', hanya supaya bisa diidentikkan dengan NU-nya'. Terangnya

Video:

 [jurnal9.tv/tribunsantri]

Bagikan: