Kiai Ma'ruf Amin Pertanyakan Label Ulama Sandiaga Uno

Kiai Ma'ruf Amin Pertanyakan  Label Ulama Sandiaga Uno
Sandiaga Uno

Tribunsantri.com - Setelah diberi label Santri Pos-Islamisme, kini Sandiaga Uno mendapat label baru yaitu label ulama. Kalau dulu, label ulama tidak disandang oleh sembarang orang, penyandang label tersebut harus mempunyai kualifikasi keilmuan agama yang cukup dan berperilaku baik, tapi sekarang, label ulama seolah sudah kehilangan kesakralannya karena ulah segelintir orang yang kerap menjual agama demi keuntungan politik.

Adalah Hidayat Nur Wahid wakil ketua Majlis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyandangkan label ulama kepada Sandiaga. 

Baca juga : Ini Tanggapan Kiai Ma'ruf Amin Atas Penghinaan yang dilontarkan Yahya Waloni

Menurut Hidayat, berdasarkan Alquran surat As-Syura dan Surat Al-Fathir, Sandi layak disebut sebagai ulama walaupun tidak punya titel Kiai Haji (KH). 

"Menurut saya sih Pak Sandi itu ya ulama, dari kacamata tadi. Perilakunya, ya perilaku yang juga sangat ulama, beliau melaksanakan ajaran agama, beliau puasa Senin-Kamis, salat duha, salat malam, silaturahim, menghormati orang-orang yang tua, menghormati semuanya, berakhlak yang baik, berbisnis yang baik, itu juga satu pendekatan yang sangat ulama. Bahwa kemudian beliau tidak bertitel 'KH' karena memang beliau tidak belajar di komunitas tradisional keulamaan," kata Hidayat.

Baca juga : Terungkap, Ternyata Mbah Moen yang Tunjuk Kiai Ma'ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi

Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin mempertanyakan penyebutan Sandiaga sebagai ulama. Bakal Cawapres pendamping Jokowi itu merasa heran dan bertanya-tanya apa maksud ulama menurut Hidayat.

"Ya barangkali mereka menganggap ulama itu apa, gitu lo. Jadi kalau mereka ulama, tanya saja dasarnya ulama apa," kata Kiai Ma'ruf Amin.

Namun demikian, cicit Syekh Nawawi Banten itu enggan mengomentari lebih lanjut apa yang disampaikan Hidayat.

"Saya nggak mau komenlah. Yang memberi label itu alasannya apa?" ucap Kiai Ma'ruf [detik/tribunsantri]

Bagikan: