Tak Penuhi Syarat, PCNU Jember Tolak Pendirian SMP Islam Imam Syafii Yang Berpaham Wahhabi

Tak Penuhi Syarat, PCNU Jember Tolak Pendirkan SMP Islam Imam Syafii Yang Berpaham Wahhabi

Tribunsantri com - Pendirian SMP Islam Imam Syafii di Kecamatan Sumbersari ditolak Pengurus Cabang (PC) NU Jember karena tidak memenuhi sejumlah prosedur pendirian sekolah.

Disamping itu, penolakan tersebut dikarenakan, Yayasan Imam Syafii yang menaungi sekolah tersebut kerap mengajarkan paham keislaman yang menyudutkan paham keagamaan warga nahdliyyin.

Ketua PCNU Jember  KH Abdullah Syamsul Arifin menjelaskan, diantara klausul pemberian izin pendirian sekolah adalah adanya studi kelayakan yang menyangkut jarak sekolah yang ingin didirikan dengan sekolah disekitarnya.

Menurutnya, jarak antar sekolah yang sederajat tidak boleh terlalu dekat. Sedangkan, jarak antara SMP Islam Imam Syafii dengan dengan MTs An-Nahdlah dan MTs Al-Azhar tidak lebih dari dua km.

"Kita harus melihat dasar filosofinya. Ketika (jarak antarsekolah) dekat, akan rentan terjadi persoalan gesekan antar warga, karena bisa saja terjadi persaingan tak sehat. Ini sudah diantisipasi dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2014 untuk pemberian izin," kata Kiai Abdullah.

Untuk itu, alumni Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo itu berharap agar Dinas Pendidikan Kabupaten Jember tidak mengeluarkan izin operasional kepada SMP Islam Imam Syafii menimbang mudaratnya lebih besar dibanding manfaatnya.

"Ini karena mudarat yang muncul akan lebih besar daripada manfaatnya,"manfaatnya.

Kiai Abdullah melanjutkan, akan muncul persoalan jika SMP Islam Imam Syafii dipaksakan berdiri. 

"Izin tidak akan dikeluarkan karena tidak memenuhi studi kelayakan," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaidi, mengatakan, lembaga pendidikan yang beroperasi  tanpa memiliki izin pendirian harus ditindak.

"Kami minta agar Dinas Pendidikan tidak merekomendasikan izin operasional SMP Islam Imam Syafi'i, karena banyak aturan yang tidak dipenuhi. Izin itu dikeluarkan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu atas rekomendasi Dinas Pendidikan," katanya.

Saat dikonfirmasi, Ketua Yayasan Imam Syafi'i Umar Jawwaz mengaku persyaratan perizinan sudah selesai.

"Semua persyaratan sudah selesai. Tapi yang digadang-gadang selalu (situasi) tidak kondusif, sehingga surat izin tidak keluar dengan lancar. Kami mengikuiti peraturan. Kalau (surat izin) tidak bisa keluar, apa boleh buat. Tapi kami tetap akan mengupayakan, berusaha seoptimal mungkin. Kami akan berupaya agar izin dikeluarkan, karena menyangkut orang banyak juga," katanya. 

Yayasan Imam Syafii Jember adalah yayasan yang berpaham Wahhabi yang punya kebiasaan membidah-bidahkan amaliyah warga NU, seperti Maulid Nabi Muhammad SAW, Tahlilan, Haul dll. Bahkan tak segan menuduh warga NU yelah syirik karena melakukan tawassul. [Beritajatim/tribunsantri.com)

Bagikan: