Penuturan Kiai Ma'ruf Amin Tentang Perlawanan Ulama Tarekat Terhadap Penjajahan Belanda


Penuturan Kiai Ma'ruf Amin Tentang Perlawanan Ulama Tarekat Terhadap Penjajahan Belanda

Tribunsantri.com - Dalam dunia Tasawuf Tarekat adalah jalan menuju Allah SWT dengan cara melakukan perintah dan menjauhi laranganNya.

Tarekat sering dimaknai sebagai jalan sepi menuju Allah dengan menjauhi hiruk pikuk kehidupan dunia. 

Namun pandangan tersebut tidak selalu benar, buktinya banyak para ulama tarekat yang ikut terlibat bahkan menjadi penggerak perubahan sosial kemasyarakatan tak terkecuali dalam bidang politik.

Di masa penjajahan Belanda, ulama tarekat juga ikut terlibat dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Indonesia.

Berikut penuturan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr (HC) KH Ma'ruf Amin terkait perlawanan ulama tarekat terhadap penjajahan Belanda:



"Saya baca di tulisannya (Prof.Dr Karel) Steenbrink itu, ketika Syekh Abdul Karim (Banten) itu kembali ke Mekah, dia mengatakan kepada para murid-muridnya: Saya tidak akan kembali ke Indonesia ini, kalau Indonesia itu masih dijajah oleh Belanda.

"Jadi beliau memberikan kepada murid-murid tarekatnya itu, untuk berjuang, melawan pemerintahan Belanda, seperti "Geger Cilegon" (9 Juli 1888), itu memang digerakkan oleh gerakan para tarekat, dan dimana-mana. 

"Karena itu, ketika seorang ahli Belanda mengatakan bahwa perlawanan di Indonesia itu adalah karena banyak orang Indonesia yang pergi haji. Oleh Snouck Hurgronje itu dibantah, tidak benar itu, bukan orang haji. 'Orang haji itu, pergi iambing, pulang kambing', kata Snounck."

"Yang benar itu, perlawanan-perlawanan itu, adalah orang (Indonesia) yang mukim di Mekah. Dan dari sanalah termasuk tarekat itu dialirkan, melahirkan para ulama-ulama yang melakukan perlawanan kepada Belanda".


Sumber : Youtube (NU Online) [tribunsantri.com]

Bagikan: