PBNU Protes Vonis Majlis Hakim Terhadap Meiliana Yang Mengeluhkan Suara Adzan


PBNU Protes Vonis Majlis Hakim Terhadap Meiliana Yang Mengeluhkan Suara Adzan

Tribunsantri.com - Majlis hakim Tanjung Balai, Sumatra Utara menvonis perempuan bernama Meiliana (44) dengan 18 bulan kurungan penjara.

Meiliana dilaporkan ke pihak berwajib karena mengeluh atas suara adzan yang terlalu keras pada 2016 lalu.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melalui ketua bidang Hukum Robikin Emhas melayangkan protes atas vonis tersebut.

Baca Juga: Gus Yusuf Chudlori : Bebaskan Meiliana Demi Kemuliaan Islam

Robikin menilai vonis yang dijatuhkan majlis hakim kepada Meiliana atas dasar penistaan agama tidak benar.

Menurut Robikin, keluhan Meiliana atas suara adzan tidak bisa dianggap menistakan agama karena merupakan hak menyatakan pendapat yang dilindungi undang-undang.

"Mengatakan suara azan terlalu keras menurut pendapat saya bukan penistaan agama. Saya berharap penegak hukum tidak menjadikan delik penodaan agama sebagai instrumen untuk memberangus hak menyatakan pendapat," kata Robikin.

Robikin berargumen, kasus penistaan agama telah diatur dalam Pasal 156 KUHP yang berbunyi: barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

Begitu pula di Pasal 156a KUHP juga menyebut, "Barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia."

Sedangkan apa yang dilakukan Meiliana, menurut Robikin tidak masuk dalam pasal tersebut. [Viva]

Bagikan: