Mengapa Kita Harus Mencintai NU?, Ini Jawaban Sayyid Seif Alwi Ba'alawi


Mengapa Kita Harus Mencintai NU?, Ini Jawaban Sayyid Seif Alwi Ba'alawi

Tribunsantri.com - Di media sosial banyak kita temukan anak-anak muda NU sudah tidak bangga lagi dengan ke-NU-annya. Hal ini terlihat dari komentar-komentar mereka yang kerap menyudutkan NU.

Entah apa penyebabnya, mereka yang notabenenya seorang santri pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU, ikut-ikutan menyerang tokoh dan kiai NU.

Padahal, tradisi di pesantren, seorang santri dirasa tidak sopan jika harus mengkritik kiainya, sekalipun, menurut pandangan lahir, kiainya melakukan hal kurang tepat.

Baca Juga : Ketua Muhammadiyah Kota Batu Malang Tulis Artikel Yang Berisi Pujian Setinggi Langit Terhadap NU

Tetapi belakangan ini, santri seolah sudah lupa dengan tradisi dan ajaran yang pernah dipelajari di pesantren. Banyak dari mereka yang secara terang-terangan menjelek-jelekkan tokoh NU, utamanya tokoh yang ada di struktur NU.

Padahal NU adalah organisasi keagamaan terbesar di dunia yang didirikan oleh para ulama yang berkelas wali. Apakah mereka tidak tau?, atau apakah mereka sudah lupa akan tradisi luhur tersebut?!

Tidak sadarkah mereka, bahwa tingkahnya yang kerap memojokkan tokoh NU membuat senang kelompok seperti FPI, Salafi Wahhabi dan eks HTI yang selama ini menginginkan NU hancur. 

Nah, ceramah Sayyid Seif Alwi berikut ini perlu kita renungkan. Beliau menjelaskan alasan kenapa kita harus mencintai NU. Berikut videonya:



"Ulama sesepuh Lirboyo dan Habib Lutfi berkata, Ulama-ulama kita, juga Abuya Muhtadi, hati-hati dengan opini yang dibangun dengan jargon 'Gak Usah NU NU'an, maka kalau kita membenci NU berarti kita membenci ulama yang alim yang ngelotok ilmunya luar biasa".

"Jika tidak setuju dengan salah satu ulama NU, ambil dari yang lainnya karena NU bukan satu, ulamanya ribuan bahkan jutaan. Saya cinta NU, karena apa? Karena NU adalah organisasi besar yang dibentuk di Indonesia, di negara kita oleh ulama-ulama yang berkelas wali yang alim yang sholeh, Mbah Hasyim Asy'ari, Mbah Wahab Chasbullah, mendapatkan restu dari kakek-kakek Habib Lutfi (Yaitu) Habib Hasyim bin Yahya, mendapatkan resty lagi dari Mbah Kholil Bangkalan Madura, wali yang menjadi guru dari para wali"

Sumber : Youtube (NU Online)

[tribunsantri.com]

Bagikan: