Meluruskan Berita Fatwa LBM PWNU DI YOGYAKARYA Tentang Tayangan Televisi

Meluruskan Berita Fatwa LBM PWNU DI YOGYAKARYA Tentang Tayangan Televisi

Tribunsantri.com - Keputusan Bahtsul Masail yang digelar Lambaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlaul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tentang tayangan program televisi yang mengandung fitnah dan provokasi diplintir oleh akun instagram @mediamuslimin.
Akun IG milik kelompok Islam garis keras tersebut menurunkan berita bahwa keputusan yang dibuat LBM PWNU DIY sebagai respons atas program Indonesia Lowyers Club TVone yang menyoroti gagalnya mantan Ketua MK Mahfud MD sebagai Cawapres.
Padahal keputusan bahtsul masail masail yang mengharamkan penayangan dan melihat acara televisi yang mengandung unsur fitnah dan provokasi tersebut tidak dikhususkan pada acara ILC. 
Berikut klarifkasi LBM PWNU DIY atas plintiran yang dilakukan akun IG @mediamuslimin
1. Bahtsul Masail tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Agustus 2018 di PP. Nurul Umah Kotagede Yogyakarta.
2. Fatwa Bahtsul masail tidak terkait dengan Pak Mahfud MD di acara ILC, karena ILC “Antara PHP dan Mahar Politik” dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Agustus 2018. Jadi keputusan Bahtsul Masail tersebut 4 hari sebelum acara pak Mahfudz yang sempat geger tersebut.
3. Bahwa, fatwa LBM PWNU DIY dibahas lebih karena semakin banyak keresahan masyarakat terhadap ILC yang berakibat saling menyerang antar golongan dan pendukung, atau berdampak pada SARA, saling mencaci, dan menfitnah, bukan karena pesanan siapapun.
4. Bahwa BM PWNU DIY dilaksanakan secara demokratis mendengarkan beberapa dalil yang disodorkan oleh peserta bahtsul masail, sehingga keputusannya dapat dipertanggungjawabkan dunia akherat.
Demikian penjelasan kami sampaikan, agar tidak ada lagi fitnah, apa lagi mempolitisasi hasil bahtsul masail tersebut.
Yogyakarta,  15 Agustus 2018
LBM PWNU DI. Yogyakarta
Ketua: Fajar Abdul Bashir, SHI., MSI.
Sekretaris: Dr. H. Anis Mashduqi, MSI. 
[Bangkitmedia com]

Bagikan: