Ketum PPP : Ada Usulan Singkatan Ijma 'Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin'


Ketum PPP : Ada Usulan Singkatan Ijma 'Indonesia Jokowi-Ma'ruf Amin'

Tribunsantri.com - Koalisi Indonesia Kerja mulai mencari singkatan untuk nama capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

Ketua Umum PPP M Romahurmuzy menyebut ada usulan kata “Ijma” (Indonesia Jokowi-Ma'ruf) sebagai singkatan yang akan diambil.

"Hanya ini ada teman-teman bertanya, ini singkatannya apa. Saya berkata urusan singkatan ini belum ada kesepakatan. Ada yang mengusulkan Ijma, Indonesia Jokowi Ma'ruf Amin," ujar Rommy.

Romy mengatakan, nama singkatan untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf belum disepakati. Untuk itu, dia mempersilahkan partai yang tergabung dalam koalisi Indonesia Kerja untuk mengusulkan singkatan.

"Tentu macam-macam singkatan tapi silakan saja," ujar dia.

Dalam Islam, Ijma adalah musyawarah untuk memutuskan sebuah kasus yang hukumnya tidak ditemukan dalam nash baik al-Quran maupun al-Hadits.

Selain berbicara mengenai singkatan pasangan Jokowi-Ma'ruf, Romy juga mengungkap saat dirinya meyakinkan kiai Ma'ruf untuk jadi pasangan Jokowi.

Romy mengaku mendatangi Kiai Ma'ruf untuk memberitahui beliau diusulkan jadi cawapres Jokowi.

"Saya silaturahim ke kediaman Kiai Ma'ruf dan menyampaikan 'Kiai mohon maaf, tanpa pamit kepada penjenangan, saya sudha mengusulkan nama kiai sebagai calon wakil presiden," ujar Romy.

Kiai Ma'ruf awalnya menolak untuk dicalonkan jadi cawapres, alasannya, kata Romy, karena umurnya sudah tidak muda lagi.

"Beliau spontan bukan hanya sekadar menerima tapi juga menegur saya 'nggak usah calon-calonkan saya, wong saya itu tidak berminat dan sudah cukup berumur," tuturnya.

Namun Romy terus meyakinkan Kiai Ma'ruf bahwa cicit Syekh Nawawi Banten itu layak menjadi pendamping Jokowi. Bila diukur dengan Jusuf Kalla, wapres Jokowi sekarang, Kiai Ma'ruf masih lebih muda selisih satu tahun.

"Kemudian saya jawab lagi, kiai penjenangan itu masih satu tahun lebih muda dari pak JK. Kalau soal tampilan ini kan juga banyak yang 40 sudah boros mukanya," tuturnya.

Romy punya alasan kuat mengusulkan Rais Aam PBNU menajadi cawapres. Dia menyebut, bahwa belakangan ini politik yang menyinggung SARA sangat massif dilancarkan oleh kelompok tertentu.

Oleh karenanya, diusulkannya Kiai Ma'ruf adalah jalan tengah untuk mencairkan perbedaan pandangan diantara pimpinan parpol koalisi. Sebab Kiai Ma'ruf merupakan ulama yang disegani karena posisinya sebagai ketum MUI dan Rais Aam PBNU.

"Saya katakan. Saya memprediksi Kiai Ma'ruf menjadi titik temu dari perbedaan yang ada di antara pimpinan-pimpinan partau politi dan menjadi titik nyaman dari kontestasi pilpres yang akan datang yang sampai hari ini masjh diwarnai kebencian nuansa SARA," ujarnya. (Detikcom)

Bagikan: