Kerap Dituduh Tak Pro Islam, Jokowi: Yang Menetapkan Hari Santri Siapa?


Dituduh Tak Pro Islam, Jokowi: Yang Menetapkan Hari Santri Siapa?

Tribunsantri.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap dituding sebagai presiden yang tak pro Islam. Tetapi bukti di lapangan menunjukkan bahwa Jokowi adalah pemimpin yang dekat dengan ulama dan santri. Dengan demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu punya keberpihakan yang tinggi kepada Islam.

Dalam satu kesempatan, Jokowi menjawab tudingan dirinya tidak pro Islam. Yaitu ketika Jokowi berbicara di Kanyor Bupati Bogor, Jawa Barat (8/82018). 

"Yang buat Keppres Hari Santri Nasional tuh siapa? Masa sudah kayak gitu dibilang tidak pro Islam," kata Jokowi.

Hari Santri Nasional (HSN) merupakan pengakuan negara terhadap kiprah para ulama dan santri yang berada di garda terdepan meraih kemerdekaan. Selama ini, negara seolah lupa terhadap perjuangan para ulama itu. 

Pada tanggal 15 bulan Oktober 2015, Jokowi menandatangani Keputusan Presiden (Kepres) Bo 22 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Ini membuktikan bahwa Jokowi punya perhatian khusus terhadap pesantren santri dan ulama.

Selain itu, hampir setiap pekan, Jokowi berkunjung ke sejumlah tempat didampingi para ulama, seperti Rais Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasarudin Umar.

Tidak hanya itu, Jokowi juga yelah membuka 40 bank mikro wakaf di sejumlah pesantren, hal ini merupakan upaya memperbaiki ekonomi umat.

"Saya ke NU bersama Garuda Food nanem kacang berapa ratus hektare di Jawa Timur juga. Kemitraan seperti ini yang akan memperbaiki ekonomi umat kita. Tanpa pendekatan-pendekatan ekonomi seperti itu, gap antara kaya dan miskin semakin lebar," ujar Jokowi. [Tempo.co/tribunsantri.com]


Bagikan: