Ini Tindakan Polisi Jika Deklarasi #2019GantiPresiden Tetap Digelar di Surabaya


Ini Tindakan Polisi Jika Deklarasi #2019GantiPresiden Tetap Digelar di Surabaya

Tribunsantri.com - Izin deklarasi #2019GantiPresiden yang akan digelar di Tugu Pahlawan Surabaya pada Ahad (26/8) ditolak pihak kepolisian. 

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung mengatakan, tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

Menurut Barung, sesuai dengan undang-undang tentang menyampaikan pendapat di muka umum tahun 1998, penyampaian pendapat di muka umum tidak boleh dilakukan pada hari libur.

Baca juga : Penolakan Bonek Tak Digubris, Deklarasi #2019GantiPresiden Akan Digelar di Tugu Pahlawan Surabaya

"Sebagai aparatur penegak hukum tentunya kami patuh terhadap undang-undang menyampaikan pendapat di muka umum tahun 1998, salah satu isinya menyampaikan bahwa penyampaian pendapat di depan umum tidak boleh dilakukan pada saat hari libur. Tanggal 26 Agustus 2018 itu bertepatan dengan hari libur sehingga memang polisi tidak menerbitkan yang namanya STTP itu dikarenakan salah satunya itu," kata Barung di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (24/8/2018).

Disamping itu, kepolisian tidak mengeluarkan STTP karena ingin Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) terjaga agar tidak terjadi hal-hal yang membuat gaduh. “Ini demi kamtibmas juga," imbuh Barung. 

Sedangkan jika deklarasi #2019GantiPresiden tetap digelar, maka menurut Barung, panitia bertindak melawan undang-undang dan kepolisian akan melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. 

Baca juga : Terungkap! Ini Identitas Pria Gondrong Yang Menyebut "Banser Idiot" di Vlog Ahmad Dhani

"Dan kalau ini tetap dilaksanakan berarti ada undang-undang yang dilanggar. Mereka tidak membaca undang-undang tentang penyampaian pendapat di muka umum. Kami akan melihat eskalasi di lapangan untuk tindakan selanjutnya. Kami bergerak demi ketertiban masyarakat luas," tandas Barung [detikcom/tribunsantri.com]

Bagikan: