Ini Poin Yang Dibahas Dalam Pertemuan Zulkifli Hasan dengan SBY



Ini Poin Yang Dibahas Dalam Pertemuan Zulkifli Hasan dengan SBY

Tribunsantri.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Mega Kuningan Jakarta Selatan.

Saat ditanya awak media, Zulkifli mengatakan bahwa kunjungan ke kediaman presiden ke-6 RI tersebut bukan hanya kali ini saja, tetapi sudah rutin dilakukan sebelumnya.

"Silaturahim ke Pak SBY, tentu saya melakukannya rutin, bukan hanya tadi," kata Zulkifli.

Walaupun demikian, Bang Zul, sapaan akrab Zulkifi, mengakui, dalam kunjungan tersebut juga dibahas mengenai Pileg dan Pilpres 2019. 

Hanya saja, dia tak mau menjelaskan secara detail poin-poin yang menjadi bahan pembicaraan antara dirinya dan SBY.

"Tentu masuk hari-hari menentukan soal tahun politik dalam Pilpres. Tentu juga itu perlu juga silaturahmi ke berbagai kalangan. Kalau Pak SBY artinya tidak hanya karena politik, tapi saya sering silaturahmi. Tapi tentu ini ada kaitannya juga dengan tahun politik," ujar Zulkifli.

Zulkifli melanjutkan bahwa Pilpres 2019 harus mengupayakan hal yang terbaik untuk negara ini. 

Selain itu, dia juga membahas mengenai arah koalisi PAN dan Demokrat, lebih-lebih jika dihadapkan pada syarat 20 persen ambang batas pencalonan Calon presiden dan calon wakil presiden.

"Pilpres kita juga berbicara apa yang terbaik untuk Indonesia hari ini dan yang akan datang. Itu yang kita bahas. Dan diskusi arah Demokrat seperti apa, arah PAN juga saya sampaikan. Apalagi dengan syarat 20 persen, tidak mungkin partai bisa sendiri kan. Semua bisa koalisi," sambung dia.

Hal yang juga menjadi poin diskusi dirinya bersama SBY adalah mengenai nasib Indonesia di masa depan. Yang paling krusial adalah soal kesenjangan, kedaulatan, penegakan hukum dan ekonomi yang lebih memihak kepada rakyat.

"Mengenai kedaulatan, kesenjangan, penegakan hukum, ekonomi kerakyatan dan lain-lain. Itu yang kita bicarakan. Jadi tak sakadar koalisi, menang Pilpres, jatah-jatah menteri. Tapi yang paling dalam di diskusi tadi adalah bagaimana Indonesia lebih berdaulat, lebih maju, lebih adil," tutur Zulkifli.

Sementara itu, ketika ditanya perihal sejauh mana kemungkinan koalisi antara PAN dan Demokrat Zulkifli menjawab bahwa hal itu masih dalam proses yang panjang.

"Itu masih panjang. Dalam proses, iya. Proses namanya. Jangan disimpulkan. Prosesnya itu masih panjang, masih ada besok, lusa, terus," imbuh Zulkifli.

Bagikan: