Sosoknya Dibutuhkan Untuk Persatuan Bangsa, Kiai Makruf Berharap Habib Rizieq Segera Pulang


Sosoknya Dibutuhkan Untuk Persatuan Bangsa,  Kiai Makruf Berharap Habib Rizieq Segera Pulang

TRIBUNSANTRI.COM - Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia (MUI)  KH Makruf Amin meminta Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab segera pulang.  

"Saya berharap beliau bisa kembali, bisa seperti biasa lagi, seperti dulu kita bersama, utuh untuk membina umat bangsa dan menjaga keutuhan bangsa," kata Kiai Makruf, Jumat (1/12) di Jakarta.  

Kiai yang juga menjabat sebagai Rais Am PBNU itu berharap Habib Rizieq segera kembali karena sangat dibutuhkan untuk mempersatukan bangsa ini. 

"Saya kira beliau tetap dibutuhkan sebagai seorang yang memiliki pengikut banyak. Bagaimana kita mengutuhkan bangsa kita ini," lanjutnya.

Sementara itu,  Habib Rizieq seringkali menyapa pengikutnya di Indonesia. Yang terbaru adalah saat pembukaan Kongres Nasional 212 beliau mengaku rindu kepada umat Islam dan mempunyai keinginan untuk ikut hadir dalam acara Reuni Akbar Alumni 212 yang akan digelar pada Sabtu (2/12) besok di Monas,  Jakarta Pusat. 

"Dari kota suci Mekah Al Mukaromah, rindu saya menyertai anda semua. Dan Insya Allah, nanti kita akan berjumpa di reuni 212 yang akan digelar pada hari Sabtu nanti," ucap Habib Rizieq lewat sambungan telepon langsung dari Mekah, di Aula Wisma PHI, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Kamis (30/11) malam.

Beliau melanjutkan bahwa kegiatan Kongres 212 adalah salah satu kegiatan penting yang mesti dilakukan dalam rangka menjaga semangat kebersamaan,  persatuan dan persaudaraan untuk membela agama,  bangsa dan negara.

Selain itu,  Habib Rizieq menegaskan bahwa Kongres ini merupakan bukti tidak padamnya semangat aksi 212 walupun Pilkada DKI telah usai. 

“Karena digelarnya 212 pada tahun 2016 tidak hanya untuk DKI Jakarta, karena urusan bangsa indonesia bukan haya urusan untjk Pilkada di DKI Jakarta, sebab urusan bangsa indonesia bukan hanya itu, tapi begitu banyak persoalan-persoalan yang begitu kompleks yang dihadapi oleh bangsa Indoesia," tegasnya.  (Kumparan) 


Bagikan: