Rugikan Negara Rp 191 Miliar, Pemprov DKI akan Batalkan Pembelian Lahan Sumber Waras


Rugikan Negara Rp 191 Miliar, Pemprov DKI akan Batalkan Pembelian Lahan Sumber Waras

TRIBUNSANTRI. COM – Menurut audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerugian negara dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras mencapai Rp 191 miliar. Melalui dinas kesehatan , Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah melakukan penagihan pengembalian dana. Namun pihak RS Sumber Waras menolak.

"Ternyata di dinas kesehatan sudah menagih tapi sudah diberikan jawaban bahwa dari pihak Yayasan Sumber Waras tidak merasa ada dasarnya untuk mengembalikan Rp 191 miliar," kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Rabu (29/11).

Menyikapi sikap pihak RS Sumber Waras tersebut, Sandiaga akan mempertimbangkan pembatalan pembelian lahan RS Sumber Waras. 

Hal pertama yang akan dilakukannya adalah menemui pihak Yayasan Sumber Waras untuk membicarakan perihal opsi tersebut. 

"Membatalkan itu kan tidak bisa sepihak. Membatalkan itu harus kedua belah pihak. Dan perjanjian itu hanya bisa dibatalkan oleh pengadilan apabila dua pihak itu tidak bersepakat. Jadi kami rasa daripada menempuh langsung jalur hukum, kami ingin bertemu dulu sama pihak yayasan untuk mencari titik temu," kata dia.

Sandiaga melanjutkan,  jika pembatalah transaksi itu terjadi maka status Sumber Waras menjadi jelas.  Sedangkan pemanfaatannya akan menggunakan skema Kemitraan antata Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

“Skema KPBU-nya bisa kita mulai launching kalau status tanah itu bisa clean and clear," kata dia.

Dengan demikian,  pembangunan RS Sumber Waras bisa kembali dilanjutkan mengingat fasilitas ini sudah lama ditunggu oleh para penderita kanker di wilayah DKI Jakarta.  

Sedangkan terkait dengan tender pembangunan,  Sandiaga mengatakan akan melakukannya secara terbuka.  Sehingga pihak Sunber Waras bisa ikut lagi dalam tender tersebut. 

"Kita akan buka secara open tender transparan siapa pun yang bisa mungkin kalau salah satu konsorsium yang menjadi yang tertarik adalah pemegang atau stakeholder dari Sumber Waras sebelumnya juga tidak ditutup kemungkinan. Yang penting kita ingin hadirkan rumah sakit sesegera mungkin," kata dia. (ROL)

Bagikan: