Di Gadang-gadang Jadi Plt Gantikan Novanto, Idrus : Novanto Telah Mengikhlaskan Semuanya


Di Gadang-gadang Jadi Plt Gantikan Novanto, Idrus : Novanto  Telah Mengikhlaskan Semuanya

TribunSantri - Kasus korupsi KTP Elektronik (E-KTP) yang melibatkan ketua Umum Golkar Setya Novanto memasuki babak baru.Politisi yang terkenal sangat licin tersebut kini resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sebelumnya lembaga anti rasuah tersebut seolah kesulitan dan tidak bernyali menyentuh Novanto.

Dengan ditahannya ketua DPR tersebut oleh KPK maka sangat berdampak terhadap partai Golkar. Roda organisasi menjadi tidak efektif jika ketua umumnya ditahan.

Untuk itu, partai beringin tersebut mulai menyiapkan diri untuk menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sebagaimana diusulkan oleh beberapa tokoh Golkar.

Namun sebelum Munaslub digelar terlebih dahulu, dipilih Pejabat sementara untuk menggantikan Novanto.

Tokoh yang digadang-gadang menjadi pengganti sementara adalah Idrus Marham yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjend).

Novanto pun dikabarkan sudah mengikhlaskan posisinya baik di partai Golkar ataupun di DPR.

Hal itu sebagaimana dikatakan oleh Idrus Marham kepada Jawapos.com, Senin (20/11/2017). Idrus mengatakan, dirinya dan Novanto pernah berkomunikasi empat mata sebelum Novanto ditangkap KPK. 

“Satu atau tiga hari sebelumnya secara pribadi hati ke hati Pak Novanto itu sudah menyampaikan kalau memang prosesnya seperti ini, dia mengikhlaskan semuanya,”

Idrus melanjtkan, Novanto telah menyerahkan nasib posisinya baik di DPR maupun di Golkar pada sistem dan mekanisme yang ada. 

“Pak Novanto tidak akan melakukan sesuatu yang menghambat mekanisme-mekanisme penuntasan hukum,” lajutnya.

Selain itu, Idrus juga berpesan kepada pihak lain agar tidak ikut campur dalam masalah partainya. Sebab ia mengakui, kasus yang menimpa Golkar saat ini perlu disikapi dengan baik demi masa depan Golkar yang lebih baik.

“Kami juga masih ada agenda-agenda partai ke depan yang harus dipersiapkan. Yang jelas Golkar akan mengambil sikap sesuai dengan mekanisme yang ada,” pungkasnya. (TribunSantri/Syaiful)

Bagikan: