Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

SEPUTAR DIET DM









 Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien yang baru pertama kali didiagnosa dengan Diabetes Melitus adalah : "apa pantangan makanan untuk saya,dokter? "
Di dalam benak para pasien sudah berkecamuk berbagai aturan- aturan dan batasan- batasan yang harus dijalaninya oleh karena penyakitnya, dan ini sering sekali diperkuat oleh saran,nasehat dan informasi yang dterimanya dari orang- orang sekelilingnya bahkan dari petugas kesehatan yang kurang memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang diet pada Diabetes.

Sekali lagi saya menegaskan bahwa pengaturan Diet pada Diabetes tidak memiliki pantangan apapun. Tetapi yang ada adalah pengaturan dalam hal jumlah yang dimakan, jenis yang dimakan dan jadwal makan yang harus diikuti.
Pengaturan Diet pada Diabetes hampir serupa dengan pengaturan Diet pada orang yang ingin mempertahankan hidup sehat.Itu sebabnya makanan pada diabetisi tidak dipisahkan daripada makanan keluarganya.

Pengaturan Diet didasarkan pada :


          Apa yang dimakan
          Kapan ingin makan
          Berapa yang dimakan
          Kebutuhan kalori
          Aktifitas Fisik
          Latihan jasmani
          Kesehatan
          Obat
          Kebiasaan 


1.APA YANG DIMAKAN
Yang dimaksud dengan apa yang dimakan adalah jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari.Diabetisi sebaiknya memiliki Daftar bahan Makanan Penukar yang bisa didapatkan dari ahli gizi, dokter di poliklinik Diabetes ataupun sumber dari internet.


Jenis bahan makanan dikelompokkan menjadi 8 golongan yaitu : 
  • Golongan 1 : Bahan Makanan sumber Karbohidrat
  • Golongan 2 : Bahan Makanan sumber protein hewani
  • Golongan 3 : Bahan Makanan sumber protein nabati
  • Golongan 4 : sayuran
  • Golongan 5 : buah-buahan
  • Golongan 6 : susu
  • Golongan 7 : minyak
  • Golongan 8 : makanan tanpa kalori
Kegagalan diet sering kali oleh karena diabetisi tidak memahami jenis makanan dan penukarnya.
Sebagai contoh sederhana : Nasi adalah bahan makanan sumber karbohidrat. Mie, kentang, ubi, roti, kue kering, jagung dll adalah bahan makanan penukar yang sejenis dengan nasi.
Jadi jika seseorang telah makan nasi pada pagi hari dan kemudian pada jam snack mengkonsumsi jagung atau roti atau seseorang memakan nasi, mie dan kentang dalam waktu makan yang sama ( tidak memilih hanya salah satu ) maka kadar glukosa darahnya akan meningkat tidak terkontrol.



2.KAPAN INGIN MAKAN
kapan ingin makan berbicara tentang jadwal makan. Pada umumnya jadwal makan dibagi menjadi 3 kali makan besar ( sarapan, makan siang dan makan malam ) dan 2 kali makan selingan / snack ( diantara sarapan dan makan siang, diantara makan siang dan makan malam ) atau pada kondisi tertentu dapat ditambahkan 1 kali lagi selingan / snack pada saat sebelum tidur malam hari.
Semuanya diupayakan untuk disesuaikan dengan situasi dan kondisi diabetisi.
Namun keteraturan makan sangat diharapkan pada semua Diabetisi agar kadar glukosa darahnya dapat terkontrol dengan baik. Tidak mengalami hipoglikemia atau bahkan hiperglikemia.
Jika jadwal makan tidak teratur maka jadwal minum obat ataupun suntik juga menjadi tidak teratur sehingga tidak memberi manfaat yang baik.
Jadwal makan selingan juga harus diikuti agar diabetisi tidak sampai merasa terlalu kelaparan dan dapat menyebabkan kadar glukosa darah yang terlalu rendah atau justru menyebabkan diabetisi makan berlebihan pada jadwal makan selanjutnya.

3. BERAPA YANG DIMAKAN
Hal ini berbicara tentang takaran / ukuran yang dimakan. Pada Daftar Bahan Makanan Penukar selain menggunakan ukuran berat dalam satuan gram juga menggunakan ukuran rumah tangga yang mudah untuk dipahami seperti ukuran gelas atau sendok makan ( 1 gelas nasi, 1 sendok makan ikan teri dll )
Ahli gizi dan dokter akan membantu anda untuk mengatur berapa jumlah bahan makanan yang dapat anda konsumsi dalam setiap kali makan dan dalam sehari sesuai dengan kebutuhan kalori anda.

4.KEBUTUHAN KALORI
kebutuhan kalori dihitung berdasarkan :
  • Jenis kelamin
  • umur
  • aktifitas Fisik
  • Ada atau tidaknya kehamilan/ menyusui
  • Ada atau tidaknya komplikasi penyakit
  • Berat badan dan tinggi badan
 
Secara umum  standar  diet :
1300-1500 kalori                : Berat badan berlebih
1700- 1900 kalori               : Berat badan normal
2100- 2500 kalori               : Berat badan kurang 

Dokter dan ahli gizi akan membantu untuk menghitung berapa kebutuhan kalori Diabetisi.

 5.AKTIFITAS FISIK
Aktifitas fisik seseorang pada umumnya digolongkan sebagai berikut :


Istirahat              : dirawat (bed rest)
Ringan                :  pegawai kantor, ibu rumah tangga,  dokter yang tidak melakukan  latihan jasmani rutin
Sedang                : dokter yang melakukan latihan jasmani rutin, perawat, mahasiswa dll
Berat                   : petani, buruh, atlit dll
Sangat berat       : tukang becak, pandai besi dll

Perhitungan Diet disesuaikan dengan berat ringannya aktifitas seseorang.

6.LATIHAN JASMANI
Latihan jamani menjadi salah satu dari empat pilar penanganan Diabetes.
namun dalam hal yang berkaitan dengan Diet, seperti pembahasan di atas, orang dengan latihan jasmani / olahraga yang rutin akan mendapat pengaturan Diet yang berbeda dengan orang yang tidak melakukan olahraga.

7.KESEHATAN
kondisi kesehatan seseorang sangat berpengaruh terhadap pengaturan Diet,Para diabetisi dengan komplikasi infeksi misalnya infeksi pada paru- paru , luka berat pada kaki dll membutuhkan jumlah kalori yang lebih besar untuk membantu penyembuhan.
Gangguan menelan, nafsu makan yang menurun dll juga akan berpengaruh terhadap pengaturan Diet yang diberikan.

8.OBAT
Obat- obatan yang dipergunakan baik obat oral yang diminum ataupun suntik insulin akan mempengaruhi pengaturan Diet khususnya dalam pengaturan jadwal makan diabetisi.
Setiap Diabetisi memang diharapkan memiliki pola makan yang teratur dan disiplin agar obat- obatan  maupun insulin dapat diberikan sesuai dengan jadwal sehingga memberikan manfaat yang terbaik bagi diabetisi.Hambatan yang sering dijumpai adalah diabetisi yang memiliki jadwal makan yang berubah- ubah sehingga sering kali obat- obatan juga tidak dikonsumsi secara teratur.

9.KEBIASAAN
Ketika pertama kali mengatur Diet seorang Diabetisi, dokter dan ahli gizi akan mempelajari kebiasaan pasien sehari- hari baik makanan kegemaran, hobby, jadwal makan selama ini,pekerjaannya  dll
Ini penting untuk menentukan pengaturan Diet yang akan diberikan.Kebiasaan yang telah baik dapat diteruskan dan kebiasaan yang kurang baik harus diperbaiki.
Pengaturan diet selalu diupayakan untuk disesuaikan dengan kegemaran, budaya /adat setempat dan ketersediaan bahan makanan di tempat tinggalnya.
Kebiasaan ngemil / jajan seringkali mempersulit dalam pengaturan Diet.Sering kali orang merasa ketika tidak memiliki selera makan, mereka dapat menggantikannya dengan makan jajanan yang dianggap sebagai makanan ringan.
Padahal justru makanan cemilan/ jajanan sering menyebabkan kadar glukosa darah yang tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan seperti roti, kue-kue,kerupuk udang, keripik singkong dll 
Tidak mengenyangkan namun menyumbangkan gula yang tinggi bagi tubuh.

Pada intinya, pengaturan diet seorang diabetisi dapat dijalankan dengan baik jika ada pemahaman yang benar, tekad yang kuat dan disiplin yang baik.

Diabetisi tidak harus merasa stres/ tertekan menjalaninya, tidak harus mempelajari terlalu mendetail tentang gizi namun pemahaman sederhana saja tentang Diet Diabetes pasti akan sangat membantu dalam pengaturan kadar glukosa darahnya.

Pelajari hal- hal yang menjadi prinsip dalam pengaturan Diet anda dan jalankan dengan baik sehingga menjadi langgam / gaya hidup anda sehari- hari.