Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

PENGARUH DIABETES TERHADAP ORGAN REPRODUKSI WANITA






 Beberapa waktu yang lalu, kami kedatangan seorang diabetisi wanita usia produktif sekitar 30 tahunan di poliklinik diabetes.Saya ingat betul sekitar 2 tahun yang lalu wanita ini pernah memeriksakan diri ke poliklinik dan didiagnosa dengan DM tipe 2
Sudah menjalani terapi dan mendapatkan edukasi tentang diabetes namun wanita ini kemudian pindah ke luar kota dan menghentikan seluruh pengobatannya selama sekitar 1,5 tahun dan dalam kurun waktu itu , wanita ini telah mengalami  5 kali keguguran /abortus dan 2 kali kasus kematian janin dalam kandungannya sehingga sampai sekarang belum memiliki keturunan.

   Hasil laboratorium pada saat itu menunjukkan kadar glukosa darah puasanya 298 mg /dl dan kadar glukosa darah 2 jam sesudah makan 336 mg / dl.
Kami kembali melakukan edukasi ulang dan mengingatkan akan berbagai komplikasi akibat diabetes, menyusun kembali pengaturan makanannya dan memulai terapi terhadap diabetesnya dan berpesan agar wanita ini menunda dulu kehamilan berikutnya sampai kadar glukosa darahnya telah terkontrol dengan baik.

  APA SEBENARNYA PENGARUH DIABETES PADA ORGAN REPRODUKSI WANITA ?

Seperti kita ketahui bahwa diabetes berpengaruh pada semua organ di dalam tubuh termasuk juga organ reproduksi.Diabetes dapat menyebabkan gangguan pada aliran pembuluh darah yang mendarahi organ reproduksi. Sehingga jika terjadi kehamilan seringkali pertumbuhan janin menjadi tidak baik yang menyebabkan angka kejadian keguguran, kematian janin dalam kandungan dan bayi lahir dengan berat badan rendah  akan meningkat.
Itu sebabnya pada penyandang diabetes / diabetisi yang hamil agar memiliki hasil kehamilan yang sehat dan baik, harus  memiliki kadar glukosa darah yang terkontrol secara maksimal sebelum terjadi kehamilan.Artinya kehamilan pada penyandang diabetes harus terencana dengan baik.

   Pada satu sisi yang lain, diketahui bahwa kehamilan itu sendiri dapat menjadi pencetus terjadinya diabetes pada wanita yang dikenal dengan istilah Diabetes gestasional (Diabetes yang terjadi pada saat kehamilan pada wanita yang tidak pernah memiliki diabetes sebelumnya ).  Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya kadar glukosa dalam tubuh menjadi tinggi.Pada Diabetes Melitus gestasional, kadar glukosa darah juga harus dikendalikan dengan baik agar bayi dan ibunya tetap sehat sampai proses kelahiran.
Jika kadar glukosa darah tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang besar > 4000 gram, keracunan pada kehamilan ( eklampsia ) maupun kematian janin. Pilihan terbaik dan paling aman dalam pengobatan adalah menggunakan suntikan insulin.

   Dalam beberapa kali kunjungan berikutnya di poliklinik, wanita ini telah mencapai kadar glukosa  darah yang terkontrol.Kemudian kami mengkonsulkannya ke poliklinik Kebidanan dan Kandungan untuk berkonsultasi dalam perencanaan kehamilannya.
Berita baik terakhir yang kami dengar, wanita ini sudah kembali hamil dan masih tetap rutin mendapat pengobatan diabetes dan pengaturan makanan yang disesuaikan dengan usia  kehamilannya.
Semoga kehamilan kali ini mendapatkan hasil yang terbaik.