Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

KOMPLIKASI KRONIK DIABETES : GANGGUAN SALURAN CERNA



   Diabetes dapat menimbulkan gangguan pada saluran cerna yang dikenal dengan istilah Gastrointestinal symptoms..Diabetes dapat menimbulkan efek pada  oesophagus (tenggorokan), lambung, usus halus, colon, spingter dari anorectal, pankreas, kandung empedu dan hati.

Kumpulan gejala gangguan saluran cerna dapat terdiri dari :
- nyeri perut, kembung, perut terasa penuh
- susah buang air besar ( konstipasi )
- diare
- mual / muntah
- sulit menahan buang air besar
- sulit menelan

Gangguan ini lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pada pria.
Gejala dan tanda- tanda gangguan saluran cerna ini sangat bervariasi pada tiap - tiap orang dan penyebabnya melibatkan banyak faktor dan mekanisme .
Kontrol kadar glukosa darah yang buruk akan berpengaruh pada peningkatan kejadian komplikasi pada saluran cerna ,oleh karena kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada persyarafan yang mempersyarafi saluran cerna.

Pada tenggorokan (oesophagus ) dapat menyebabkan menurunnya kontraksi oesophagus dan menyebabkan kesulitan menelan.

   Pada lambung akan menyebabkan gangguan pergerakan lambung sehingga menyebabkan waktu pengosongan lambung menjadi lebih lambat.Gangguan fungsi lambung ini disebut juga dengan istilah Gastroparesis diabetes.Angka komplikasi Gastroparesis diabetes ini lebih tinggi pada DM tipe 1 (30-60 % ) dibandingkan dengan DM tipe 2  ( 10 - 30 % ). Faktor -faktor yang diketahui saling berkaitan adalah lamanya seseorang mendapat diabetes, kontrol glukosa darah yang buruk dan timbulnya gangguan syaraf otonom yang sering terjadi pada diabetisi.
Gastroparesis memiliki gejala yang bervariasi seperti nyeri pada ulu hati, mual, muntah,mudah merasa kenyang /bengah , perut terasa kembung dll yang bertambah berat pada waktu sesudah makan.
penanganan terhadap Gastroparesis melibatkan kontrol kadar glukosa darah dengan pengaturan diet, obat- obatan anti muntah, obat - obatan untuk memperbaiki pergerakan lambung dll.

   Pada usus halus menyebabkan gangguan pergerakan usus yang dapat terjadi pada orang yang telah lama terkena diabetes yang juga telah mengalami gangguan pengosongan lambung.
Jika gangguan syaraf mengenai syaraf pengatur gerakan usus kecil, usus besar dan rektum (anal ) maka dapat terjadi konstipasi ( susah buang air besar) , diare kronik atau gangguan sulit menahan buang air besar.
gejala konstipasi lebih sering terjadi daripada gejala diare pada diabetisi.
Pada pankreas, diabetes dapat menyebabkan nfeksi yang dinamakan Pankreatitis baik akut atau kronis.
Trigliserida yang tinggi pada diabetes dengan kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan pankreatitis akut yang menyebabkan keluhan mual dan muntah.
Diabetes  juga merupakan faktor resiko seseorang dapat terkena kanker Pankreas.

    Jika diabetisi telah terkena komplikasi pada saluran cerna segeralah konsultasikan kepada dokter untuk mendapat penanganan karena komplikasi ini dapat menurunkan kualitas hidup bagi diabetisi.
Apapun itu, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati.